Di tengah persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Subang, hadir sosok perempuan yang memilih untuk bergerak dan membawa perubahan dari lingkungannya sendiri. Ia adalah Tita Andriani, warga Kelurahan Sukamelang yang kini dikenal sebagai Direktur Bank Sampah Karya Bakti Sejahtera.
Melalui bank sampah yang ia kelola, Tita berupaya mengajak masyarakat untuk melihat sampah dari sudut pandang yang berbeda. Bagi sebagian orang, sampah mungkin hanya dianggap sebagai limbah yang harus dibuang. Namun bagi Tita, jika dikelola dengan baik, sampah justru bisa memiliki nilai manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.
Berawal dari kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, Tita bersama warga mulai membangun kesadaran untuk memilah sampah rumah tangga. Sampah yang masih memiliki nilai guna kemudian dikumpulkan dan dikelola melalui sistem bank sampah, sehingga selain membantu menjaga lingkungan tetap bersih, juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Dengan pendekatan yang humanis dan penuh kesabaran, Tita terus mengedukasi warga agar terbiasa memilah sampah dari rumah. Ia percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama.
Perjalanan yang dijalani tentu tidak selalu mudah. Tantangan seperti rendahnya kesadaran masyarakat hingga keterbatasan fasilitas sempat menjadi hambatan. Namun semangatnya untuk terus bergerak tidak pernah surut. Bagi Tita, menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari diri sendiri.
Kini keberadaan Bank Sampah Karya Bakti Sejahtera menjadi salah satu contoh gerakan masyarakat yang tumbuh dari kepedulian warga. Apa yang dilakukan Tita Andriani menunjukkan bahwa perubahan tidak harus dimulai dari hal besar, tetapi bisa berawal dari langkah sederhana yang dilakukan dengan ketulusan.
Sosok Tita menjadi inspirasi bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya sekadar wacana, tetapi bisa diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi dampak bagi masyarakat sekitar.
